Pemerintah Desa Grogolbeningsari Gelar Rembug Stunting, Perkuat Sinergi Menuju Desa Bebas Stunting
Grogolbeningsari, 23 Juli 2026 – Pemerintah Desa Grogolbeningsari menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting di Aula Balai Desa Grogolbeningsari sebagai forum musyawarah untuk memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Petanahan (Bachtiar Achmad, S.T., M.Ec.Dev), PLKB Kecamatan Petanahan (Aditya Nur Arifin, S.I.Kom), Puskesmas Petanahan Endah Prasetiati, S.Gz., Ketua BPD Desa Grogolbeningsari, Ibu Surtimah, perangkat desa, TP PKK, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan ini beliau Kepala Desa Grogolbeningsari, Ibu Siti Rohayah, berhalangan hadir karena memiliki agenda yang tidak dapat ditinggalkan. Oleh karena itu, pembukaan kegiatan diwakili oleh Ketua BPD Desa Grogolbeningsari, Ibu Surtimah.
Dalam sambutannya, Ibu Surtimah menyampaikan bahwa Rembug Stunting merupakan wadah untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan komitmen seluruh unsur masyarakat dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
Selanjutnya, Sekretaris Kecamatan Petanahan, Bachtiar Achmad, S.T., M.Ec.Dev, menyampaikan arahan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting. Beliau juga menjelaskan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, sehingga mampu melengkapi berbagai intervensi kesehatan yang telah berjalan di tingkat desa.
Pada kesempatan berikutnya, PLKB Kecamatan Petanahan, Aditya Nur Arifin, S.I.Kom, menyampaikan pentingnya perencanaan keluarga, edukasi bagi calon pengantin, serta pendampingan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Materi utama kemudian disampaikan oleh Endah Prasetiati, S.Gz. dari Puskesmas Kecamatan Petanahan yang menjelaskan mengenai penyebab stunting, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahannya melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Dalam sesi ini, Bidan Desa turut menyampaikan kondisi pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Grogolbeningsari, memberikan masukan terkait upaya peningkatan kehadiran ibu hamil dan balita di Posyandu, serta mengajak masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Berbagai masukan dari peserta lainnya juga menjadi bahan evaluasi dan penyusunan program prioritas desa dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Sebagai hasil rembuk, peserta menyepakati pentingnya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Desa, Puskesmas, PLKB, Bidan Desa, kader Posyandu, dan masyarakat. Selain itu, disepakati pula peningkatan edukasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, serta optimalisasi pelayanan Posyandu sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting.
Melalui kegiatan Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Grogolbeningsari berharap seluruh unsur masyarakat terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat sinergi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan Desa Grogolbeningsari mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan di masa depan.
Admin1